Sunday, June 26, 2016

ITALIAN TUNE UP

Mesin itu seperti tubuh manusia. Manusia punya heart rate, mesin punya rpm. 
Manusia punya heart rate maksimum, Pajero punya redline, yaitu 4000 rpm. 
Untuk tetap sehat, manusia perlu exercise, bisa cardio, Fat burn atau HIT. 
Menggeber jantung di 70% max heart rate. 
Kalau enggak, bakal banyak endapan atau tumpukan lemak, kolesterol, asam urat dan lain -lain 
yang bikin tidak sehat. 
Mesin pun begitu. Butuh "italian tune up". Menggeber mesin di
75% redline atau sekitar 3000-3500 rpm. Ini berkhasiat "menggelontor"
endapan atau tumpukan karbon dan sedimen lain. 
Coba amati, Kalau Pajero lama nggak digeber, saat digeber pertama akan banyak asap hitam. Tapi
setelah itu, pada geberan yang kedua, akan berkurang drastis. Silakan
mencoba. Sebulan sekali, 3000-3500 rpm. 10 menit cukup. Yaaa .. sekitar 170
km/h lah. Kalau nggak bisa, pakai tiptronik di gigi 3 aja. 3500 rpm mungkin
cuman sekitar 120 km/h. Jangan digeber dalam kondisi mobil diam ya. Kurang
efektifm. Btw yakinkan ban dan rem dalam kondisi prima. 

Ditulis oleh: Palal

Torsi dan Horsepower Jilid II.

Nggak perlu jauh jauh. Pajero Dakar lama
dayanya "cuman" 178 HP Namun torsinya 350 Nm, Sementara Pajero V6 3000 cc,
dayanya sampai 216 HP dengan torsi "cuman" 281 Nm.

Dengan bodi sama persis,
bobot lebih ringan 135 kg, pun dengan final gear lebih tinggi, akselerasi
0-100 km/h nya 10.8 detik. Alias masih kalah 0.1 detik dari si diesel.

Ini adalah gambaran yang nyata betapa torsi itu lebih penting untuk akselerasi.
Dan juga betapa sebuah mesin diesel modern meski hp nya kalah, tapi dengan
torsi di rpm awalnya mampu membuat nya berakselerasi lebih cepat dari
bensin. Udah gitu, lebih irit pula 8 km/l utk bensin dan 10 km/l utk
diesel, dengan rute dan gaya yang sama.

Ditambah lagi harga biosolar yang lebih murah.
Memang sih, suara dan getaran nya lebih terasa, tapi
terbayar dengan segala kelebihan lainnya.

Di tulis oleh: Palal

Sunday, March 20, 2016

Piggy back

Setelah turbo n intercooler, kini giliran menambah tenaga dengan cara menambah fuel dan memperbaiki pengabutan. Fuel dimasukkan ke mesin dengan cara disembur. 

Makin banyak semburannya, dan makin bagus kabut semburannya, makin sempurna pembakaran. Kabut yang lebih banyak diperoleh dengan cara menambah durasi penyemprotan. Durasi ini diatur ECU. 

Kabut yang bagus diperoleh dengan cara menambah tekanan fuel saat disemprotkan. Tekanan ini dibangkitkan oleh fuel pump, Lalu fuel dialirkan melalui jalur fuel (fuel rail). 

Karena ada 4 silinder, dan karena tekanan nya dibuat sama, maka disebut common rail. Tekanan nya disebut Fuel Rail Pressure (FRP). FRP ini di atur oleh ECU. 

Nah .. untuk ngakalin ECU, dipasanglah piggyback, yang memanipulasi Sedemikian rupa sehingga FRP naik, dan juga durasinya naik. 

Banyak di pasaran. Ada Powerplug, Racechip, ECU shop, Dastek, HKS,  etc. Modelnya macem macem, dari yang settingan nya tetap, sampai yang bisa di atur atur sesuai kehendak pemilik. 

Yang perlu di perhatikan kalau udah main di sini adalah temperatur gas buang. Menurut IHI (pabrik turbo Pajero), maksimumnya 750 C. Jadi, akan bijaksana kalau pasang EGT meter. Angkat sedikit kaki kanan kalau jarumnya sudah mendekati 750C. Kecuali kalau sudah siap dana 30an jt dan menginapkan mobil di bengkel untuk ganti turbo baru he he .. 

sekian n terimakasih..

Ditulis oleh Palal

Wednesday, March 9, 2016

Catatanku untuk Ultah JAC POC Indonesia

Catatanku tuk Ultah JAC POC Indonesia Minggu, 5 maret 2016 oleh Clara Sofiana Primartuti

Rabu, 9 maret 2016
Krasan probolinggo..
6.42 wib
Dipercaya oleh Poc Chapter Jabodetabek area (JAC) POC Indonesia...
Untuk merealisasikan perayaan Ulang tahun pertama JAC menjadi ketua pelaksana sekaligus membawa ENVIBLAST mangement dan Juga borongan jadi MC nya.....

Tuesday, March 8, 2016

South Celebes Chapter - TFF Kabupaten Sidrap 9 Maret 2016

Chapter: South Celebes Chapter
Nama Acara: Pajero Family Fun
Daerah Tujuan: Kabupaten Sidrap
Hari dan tanggal: Rabu, 9 Maret 2016
Keterangan Acara: Undangan Makan di Empang di Kabupaten Sidrap

Informasi disampaikan oleh: Ali Azhareza

Turbo dan Intercooler

Energi mesin diperoleh dari pembakaran fuel. Makin banyak fuel yang dibakar, makin besar energi nya. 
Untuk membakar lebih banyak fuel, perlu oksigen (O2) lebih banyak. Nah turbo ini fungsinya mompa udara, agar tekanan naik, agar jumlah O2 yang masuk ke mesin naik. Turbo digerakkan oleh/hembusan gas buang mesin. 

Tekanan udara sekitar (atmosfer) adalah 1 bar. Jadi kalau ada orang bilang turbonya di boost 0.5 bar, artinya tekanan udara yang masuk ke mesin = 1+0.5 = 1.5 bar. 
Artinya, jumlah O2 yang masuk menjadi sekitar 1.5 kalinya, shg tenaga menjadi kurang lebih 1.5 kalinya. 

Tidak persis seperti itu, hanya untuk memudahkan membayangkan. Jadi, makin tinggi boost nya, makin besar kenaikan tenaga. Nah, sayang nya .. udara itu kalau diboost suka naik suhunya dan memuai. Ini menyebabkan populasi O2 berkurang. Makanya dipasang intercooler. Makin besar boost, makin besar intercooler. 
Intercooler memanfaatkan hembusan udara luar untuk mendinginkan udara turbo. Oya, makin besar turbo, makin berat & lelet untuk mulai bekerja. Di sebut turbo lag. Untuk Itulah ada biturbo, twin turbo, dan VGT. 

Biturbo: 2 turbo yang ukuran dan boostnya berjenjang (serial). 
Twin turbo: 2 turbo kecil tapi digabung Agar gotong royong (paralel). 
VGT: berlaku  sebagai turbo kecil pada rpm rendah & sbg turbo besar di rpm tinggi

Ditulis oleh Palal

Menjaga jok kulit

Untuk menjaga agar jok kulit mobil kita tetap lentur, tidak retak, dan warna nya tidak pudar serta kusam, atau terlihat buluk, usahakan selalu dibersihkan dan diberi pelembab minimal 6 bulan sekali.

Bagi yang suka buka jendela kalau jalan, minimal 4 bulan sekali. Kalau mau bersihkan sendiri,  di pasaran banyak tersedia leather cleaner n conditioner. Lumayan bisa sambil olahraga fat burn (he he) Kalau sibuk, atau pengen berbagi rejeki dengan tukang salon, silakan menggunakan jasa salon tentunya.

Ditulis oleh Palal